aku menulis ini dengan suasana hati yang membeku.
lentingan jari ini bermain-main diatas keyboard menyusun kata demi kata hingga menjadi kalimat yang bermakna.
aku mengetik ini diatas halaman putih yang suci tanpa adanya kalimat sebelum menjadi kalimat.
iyaa, sama seperti hatiku sangat suci sebelum aku mengenalmu.
sangat bersih tanpa ada kenangan pahit yang membekas,
dan memaksa aku setiap malam untuk mengigatnya.
dan taukah kamu ?
hati aku terluka, sangat terluka,
dan pantaskah kamu mengobatinnya kembali ? kamu tak pantas, sangat tak pantas !
aku membutuhkan seseorang yang 99% bisa membahagiakanku tanpa menyakitiku,
bukan kamu yang seenak jidatmu datang dan pergi sesuka hatimu dihidupku.
hey, tuan egois !
aku lelah bila harus dan selalu berkorban untuk seseorang yang salah !
aku letih bila harus dan selalu menjaga pintu hati, menguncinya dan membukannya kembali jika kau ingin datang dan pergi.
aku letih jika harus seperti itu terus tuan egois !
kau pikir hatiku terbuat dari baja !
kau pikir otakku terbuat dari besi !
hingga begitu yakinnya kau merasa aku tak pernah merasa sakit sekalipun.
kau tak lihat airmataku, tak juga pernah melihat betapa besarnya luka dihatiku.
dulu, kau berjanji mau mengobati luka dihatiku,
luka karna masalalu yang membangsatkan.
tapi nyatanya kau pergi tanpa kejelasan apapun,
kau meninggalkan luka tuan,
kau menambah luka tuan egois !
kau egois, kau melebihi egois !
kau selalu ingin dipahami, tapi tak pernah ingin memahami.
kau selalu ingin dicintai, tapi tak ingin mencinta.
kau selalu ingin dimengerti, tapi tak ingin mengerti.
KAU EGOIS, KAU EGOIS, DAN KAU EGOIS HEY TUAN EGOIS !:')